Latest News
Sony Ericsson P990i
Posted by Sudjatmiko
on , under
Gadget
|
komentar (0)
Sony Ericsson P990i adalah salah satu HP yang saya pakai, hingga saat ini. Waktu itu saya beli second, sekitar lima bulan yang lalu, seharga 1,6 juta. Kondisainya memang tidak mulus-mulus banget, ya maklum aja kan barang second. Tapi Alhamdulillah kondisi software dan batrenya masih cukup OK.
Menurut aku, HP ini punya banyak kelebihan. Fitur-fiturnya sangat lengkap. Kalau tidak salah, sebutannya adalah smart phone. Fitur pertama yang aku sukai dan sering aku gunakan adalah kamera yang autofokus. Lumayan buat mendukung kebiasaanku yang memang agak narsis, hehe. Hasil fotonya bisa langsung di kirim via MMS, setelah di resize dulu, biar ukurannya tidak terlalu besar. Editingnya tidak perlu di komputer, bisa langsung di HP. Fungsi lainnya adalah untuk memfoto pengumuman di dinding kampus, memfoto catatan kuliah teman, dll. Sekali lagi lumayan buat menghemat waktu dan gak perlu repot nulis-nulis atau fotokopi. Hasil foto bisa di zoom atau di view di komputer, so clear, maklum autofokus.
Fitur kedua yang aku suka adalah video call. Kartu utamaku adalah IM3. Tapi saat video call, aku ganti dengan kartu As. Maklum lebih murah, dengan dial ke #1 + nomor telkomsel tujuan, aku bisa dapat tarif 1000 rupiah per 10 menit. Kalau harus pakai IM3 mahal, pernah aku coba cuma sebentar aja udah 5000 rupiah.
Fitur ketiga adalah office (Word, Excel, Power Point) dan PDF. Fitur edit dan view ini jarang ada di HP-HP biasa. Lumayan buat lihat-lihat sekilas file-file kuliah :)
Fitur berikutnya adalah internet. Kalau pas lagi gak di depan komputer, internetan pakai HP ini jadi lah. Aku lebih senang pakai opera mini daripada browser bawaan HP. Kelihatannya lebih murah deh.
Fitur-fitur lain aku rasa merupakan fitur-fitur standar, seperti telepon, SMS, MP3, radio, dsb. Pada intinya bagi aku, HP berlayar lebar ini oke banget deh.
Menurut aku, HP ini punya banyak kelebihan. Fitur-fiturnya sangat lengkap. Kalau tidak salah, sebutannya adalah smart phone. Fitur pertama yang aku sukai dan sering aku gunakan adalah kamera yang autofokus. Lumayan buat mendukung kebiasaanku yang memang agak narsis, hehe. Hasil fotonya bisa langsung di kirim via MMS, setelah di resize dulu, biar ukurannya tidak terlalu besar. Editingnya tidak perlu di komputer, bisa langsung di HP. Fungsi lainnya adalah untuk memfoto pengumuman di dinding kampus, memfoto catatan kuliah teman, dll. Sekali lagi lumayan buat menghemat waktu dan gak perlu repot nulis-nulis atau fotokopi. Hasil foto bisa di zoom atau di view di komputer, so clear, maklum autofokus.
Fitur kedua yang aku suka adalah video call. Kartu utamaku adalah IM3. Tapi saat video call, aku ganti dengan kartu As. Maklum lebih murah, dengan dial ke #1 + nomor telkomsel tujuan, aku bisa dapat tarif 1000 rupiah per 10 menit. Kalau harus pakai IM3 mahal, pernah aku coba cuma sebentar aja udah 5000 rupiah.
Fitur ketiga adalah office (Word, Excel, Power Point) dan PDF. Fitur edit dan view ini jarang ada di HP-HP biasa. Lumayan buat lihat-lihat sekilas file-file kuliah :)
Fitur berikutnya adalah internet. Kalau pas lagi gak di depan komputer, internetan pakai HP ini jadi lah. Aku lebih senang pakai opera mini daripada browser bawaan HP. Kelihatannya lebih murah deh.
Fitur-fitur lain aku rasa merupakan fitur-fitur standar, seperti telepon, SMS, MP3, radio, dsb. Pada intinya bagi aku, HP berlayar lebar ini oke banget deh.
No Instant Perfect
Posted by Sudjatmiko
on , under
Spirit
|
komentar (0)
No Instant Perfect. Aku tak tahu apakah kalimat awalku itu benar secara grammar. Aku hanya ingin menyampaikan bahwa segala sesuatu harus dimulai, harus dilakukan walaupun kita belum dalam kondisi sempurna.
Tidak ada bayi yang baru lahir langsung bisa berjalan. segala sesuatu akan ada prosesnya. proses inilah yang akan menaikkan kualitas kita. Untuk berhasil mungkin kita harus gagal terlebih dahulu. Dari kegagalan itu kita akan bisa belajar bagaimana melakukan sesuatu dengan lebih baik. Saya yakin bahwa setiap apa yang kita usahakan dengan sungguh-sungguh, akan ada hasil yang dapat kita nikmati. kalu kita sudah berusaha dengan sekuat tenaga, pertolongan akan datang dengan. Tidak jarang way out nya berupa sesuatu yang kita tidak pernah duga. Sehingga kita menganggapnya sebagai sebuah kebetulan. Padahal itu semua adalah hasil kerja keras dan ketekunan kita.
Miliki impian, terus berkarya ,dan jangan pernah menyerah Saudaraku.
Tidak ada bayi yang baru lahir langsung bisa berjalan. segala sesuatu akan ada prosesnya. proses inilah yang akan menaikkan kualitas kita. Untuk berhasil mungkin kita harus gagal terlebih dahulu. Dari kegagalan itu kita akan bisa belajar bagaimana melakukan sesuatu dengan lebih baik. Saya yakin bahwa setiap apa yang kita usahakan dengan sungguh-sungguh, akan ada hasil yang dapat kita nikmati. kalu kita sudah berusaha dengan sekuat tenaga, pertolongan akan datang dengan. Tidak jarang way out nya berupa sesuatu yang kita tidak pernah duga. Sehingga kita menganggapnya sebagai sebuah kebetulan. Padahal itu semua adalah hasil kerja keras dan ketekunan kita.
Miliki impian, terus berkarya ,dan jangan pernah menyerah Saudaraku.
My Modem
Posted by Sudjatmiko
on , under
Gadget
|
komentar (0)
Modem yang saya gunakan untuk koneksi internet adalah “Option Icon 225”. Kebetulan barang ini asalnya adalah bundling dengan operator Orange. Tapi tidak masalah karena modem ini nyatanya bisa dipakai untuk semua operator GSM di Indonesia. Dari penggunaan selama 1 tahun ini menurutku modem ini kinerjanya lumayan. Tentu saja ini sangat bergantung pada kartu yang digunakan.
Selama ini saya biasa pakai Indosat M2. Kebetulan kos saya di daerah kampus B Unair, kamar bawah. Kenapa saya sebutkan “kamar bawah”, karena ada bedanya bila digunakan di kamar atas. Sinyal Indosat-nya bisa full. Stabil di HSDPA (3,5G), atau minimal masih dapet UMTS (3G). Kalau di kamar saya, kamar bawah, agak susah untuk dapat sinyal UMTS apalagi HSDPA, paling-paling cuma EDGE. Pernah saya kepikiran untuk pindah di kamar atas. Namun diurungkan karena kamar atas kosku panas banget kalau siang, atapnya dari seng.
Selain M2, saya juga pernah nyoba kartu IM3 pulsa GPRS. Menurut aku, IM3 GPRS lebih bisa diandalkan, alias jarang ngadat. Sebenarnya murah, pulsa 5 ribu dapat 4 jam. Tetapi untuk penggunaan internet yang hampir nonstop itu jadi tidak efisien, mending pakai M2 yang bisa unlimited.
Kalau saya pulang kampung ke Solo, modem ini selalu aku bawa. Penggunaan di sana lebih lancar. Memang rumahku di sana dekat tower Indosat. Dan aku pakainya juga selalu di kamar atas, pakai laptopnya bapak. Kelemahan modem ini menurutku adalah cepat panas, yakni bila digunakan pada sinyal UMTS atau HSDPA. Kalu sudah panas, tiba-tiba modem bisa mati sendiri. Oleh karena itu biasanya saya pakai kipas angin untuk sebagai pendingin. Ribet juga :”>
Keunggulan modem ini pada bentuknya yang kecil,mirip flashdisk, bisa ditaruh di saku. Tidak perlu driver CD, karena tinggal colok ke lubang USB dan langsung otomatis install driver-nya sendiri. Dulu aku beli masih 1 jutaan, masih mahal :”> Paling sekarang kalau di Hi Tech Mall Surabaya harganya sudah 500 ribuan. Kemarin temenku baru aja beli, tapi merk Sierra. Ohya setahuku ini bukan barang baru, jadi garansi bukan satu tahun, cuma tiga bulan saja. Mungkin ini barang import dari luar negeri, karena di negara asalnya sudah tidak laku, atau sudah pakai modem yang lebih canggih. Anyway, walau bukan barang baru, yang penting bisa dipakai dan bermanfaat. Isn’t it?
Selama ini saya biasa pakai Indosat M2. Kebetulan kos saya di daerah kampus B Unair, kamar bawah. Kenapa saya sebutkan “kamar bawah”, karena ada bedanya bila digunakan di kamar atas. Sinyal Indosat-nya bisa full. Stabil di HSDPA (3,5G), atau minimal masih dapet UMTS (3G). Kalau di kamar saya, kamar bawah, agak susah untuk dapat sinyal UMTS apalagi HSDPA, paling-paling cuma EDGE. Pernah saya kepikiran untuk pindah di kamar atas. Namun diurungkan karena kamar atas kosku panas banget kalau siang, atapnya dari seng.
Selain M2, saya juga pernah nyoba kartu IM3 pulsa GPRS. Menurut aku, IM3 GPRS lebih bisa diandalkan, alias jarang ngadat. Sebenarnya murah, pulsa 5 ribu dapat 4 jam. Tetapi untuk penggunaan internet yang hampir nonstop itu jadi tidak efisien, mending pakai M2 yang bisa unlimited.
Kalau saya pulang kampung ke Solo, modem ini selalu aku bawa. Penggunaan di sana lebih lancar. Memang rumahku di sana dekat tower Indosat. Dan aku pakainya juga selalu di kamar atas, pakai laptopnya bapak. Kelemahan modem ini menurutku adalah cepat panas, yakni bila digunakan pada sinyal UMTS atau HSDPA. Kalu sudah panas, tiba-tiba modem bisa mati sendiri. Oleh karena itu biasanya saya pakai kipas angin untuk sebagai pendingin. Ribet juga :”>
Keunggulan modem ini pada bentuknya yang kecil,mirip flashdisk, bisa ditaruh di saku. Tidak perlu driver CD, karena tinggal colok ke lubang USB dan langsung otomatis install driver-nya sendiri. Dulu aku beli masih 1 jutaan, masih mahal :”> Paling sekarang kalau di Hi Tech Mall Surabaya harganya sudah 500 ribuan. Kemarin temenku baru aja beli, tapi merk Sierra. Ohya setahuku ini bukan barang baru, jadi garansi bukan satu tahun, cuma tiga bulan saja. Mungkin ini barang import dari luar negeri, karena di negara asalnya sudah tidak laku, atau sudah pakai modem yang lebih canggih. Anyway, walau bukan barang baru, yang penting bisa dipakai dan bermanfaat. Isn’t it?
Keep Going dalam Kuliah
Posted by Sudjatmiko
on , under
Farmasi UNAIR
|
komentar (0)
Hari-hari awal kuliah adalah saatnya ospek. Sangat melelahkan, bangun pagi-pagi, tidurnya pun pagi juga, jam 3 baru tidur. Tugas dari panitia yang sedabreg, bikin pusing kepala saja. Dulu aku mikir apa gunanya ospek begini. Toh juga dengan ospek tidak lantas bikin IPK kita jadi cumlaud. Dan sampai sekarang juga belum ketemu apa gunanya ospek, hehe. Tapi paling tidak (minimal kata kakak-kakak kelas), dengan ospek kita bisa lebih mengenal lingkungan kampus dan teman-teman seperjuangan nanti.
Setelah ospek berakhir, mulailah kegiatan kuliah dimulai. Menurut aku senang juga sih dapat banyak teman, dan ilmu dari bapak dan ibu dosen. Di farmasi ada banyak praktikumnya. Nah di praktikum itulah saya ketemu Sugeng, Eko, Rizky, Ranni, Yayoi, dan Indah. Mereka itulah kelompok praktikum saya, mulai awal kuliah sampai lulus, gak berubah. Bosen juga sih (mungkin mereka lebih bosen ke aku, hehe).
Semester pertama Alhamdulillah dapat dilalui dengan lancar. Liburan bisa sebulan di rumah Solo. Yang jadi masalah adalah semester dua, nilainya terjun bebas. So, harus tetap stay di Surabaya saat libur semester, ikutan remedial. Orang Surabaya bilang “soro”. Tapi ya gimana lagi, semuanya harus tetap dijalani. Sebenarnya menurut, aku lebih mudah dan tepat waktu lulus dari farmasi ya karena ada program remedial itu tadi. Dimana aku bisa ikut ujian perbaikan bila nilaiku kurang memuaskan ( dibawah B). padahal sebenarnya nilaiku banyak yang jauh di bawah B ( C,D, kadng E :”>). Coba andaikata tidak ada remedial, mungkin aq masih belum lulus, hehe. Denger- denger di fakultas lain gak ada remedial lho. Tambah “soro” kan :)
Untuk semester-semester berikutnya Alhamdulillah ada peningkatan, walaupun masih tetap ada juga nilai jelek yang harus di-remed. Pada intinya, show must go on, dan tidak boleh menyerah, apalagi drop out. Keep going, sukses untuk Anda :)
Setelah ospek berakhir, mulailah kegiatan kuliah dimulai. Menurut aku senang juga sih dapat banyak teman, dan ilmu dari bapak dan ibu dosen. Di farmasi ada banyak praktikumnya. Nah di praktikum itulah saya ketemu Sugeng, Eko, Rizky, Ranni, Yayoi, dan Indah. Mereka itulah kelompok praktikum saya, mulai awal kuliah sampai lulus, gak berubah. Bosen juga sih (mungkin mereka lebih bosen ke aku, hehe).
Semester pertama Alhamdulillah dapat dilalui dengan lancar. Liburan bisa sebulan di rumah Solo. Yang jadi masalah adalah semester dua, nilainya terjun bebas. So, harus tetap stay di Surabaya saat libur semester, ikutan remedial. Orang Surabaya bilang “soro”. Tapi ya gimana lagi, semuanya harus tetap dijalani. Sebenarnya menurut, aku lebih mudah dan tepat waktu lulus dari farmasi ya karena ada program remedial itu tadi. Dimana aku bisa ikut ujian perbaikan bila nilaiku kurang memuaskan ( dibawah B). padahal sebenarnya nilaiku banyak yang jauh di bawah B ( C,D, kadng E :”>). Coba andaikata tidak ada remedial, mungkin aq masih belum lulus, hehe. Denger- denger di fakultas lain gak ada remedial lho. Tambah “soro” kan :)
Untuk semester-semester berikutnya Alhamdulillah ada peningkatan, walaupun masih tetap ada juga nilai jelek yang harus di-remed. Pada intinya, show must go on, dan tidak boleh menyerah, apalagi drop out. Keep going, sukses untuk Anda :)
Stop Dreaming Start Action
Posted by Sudjatmiko
on , under
Spirit
|
komentar (0)
Pengen dapet istri cantik, kaya, dan sholihah? Wah perfect banget deh pokoknya. Saya yakin itu adalah impian banyak laki-kaki (termasuk saya).
Tapi kira-kira mimpi saja apa cukup? Tentu saja tidak cukup. Harus disertai usaha. Ikutan 'Take Me Out Indonesia' acara di Indosiar itu, boleh. Itu juga merupakan suatu usaha, asalkan Anda punya nyali yang besar. Trus bagi yang minder atau kurang PD bisa ikutan Facebook atau Mig33. Di Facebook, Anda bisa pilih sesuka hati, dengan catatan yang dipilih mau, hehe. Awalnya mungkin jadi teman, lama kelamaan mungkin juga bisa meningkat statusnya.
Pada intinya segala sesuatu itu harus ditentukan dulu target/tujuaannya, itulah yang biasa disebut dengan impian. Setelah itu harus disertai usaha untuk mewujudkan impian tadi. Di tengah usaha yang dilakukan mungkin kita akan merasa kesulitan. Banyak kendala yang menghadang. It’s OK. Itu wajar. Memang tidak ada di dunia ini yang serba gratis dan mudah. Kalau ingin mimpi dan target terwujud, pasti ada kesulitan yang harus dihadapi. Apabila kita berhasil mengatasi kesulitan tadi, maka kita dapat dikatakan sebagai pemenang dan berhak mendapatkan apa yang kita impikan tadi.
Ada pula yang karena saking sulitnya kendala yang dihadapi, maka dia menurunkan targetnya, me-reduce impiannya. Boleh- boleh aja sih, hidup kan memang harus fleksibel. Namun tentunya kita harus benar-benar melakukan usaha yang keras dulu kan sebelum bilang “give up”. Pengen kaya raya, tapi karena bisnis susah, cari kerjaan yang bonafide juga susah, trus impiannya tereduksi. Akhirnya dia bilang “asal bisa makan, asal bisa hidup, itu sudah bagus”. Sebaiknya jangan secepat itu menyerahnya. Kalau menurunkan impian, bila tak bisa kaya raya, paling tidak hidup layak deh. Kalau sudah begitu, target kedua (target yang “telah disesuaikan” tadi) harus dikejar mati-matian. Dan kali ini yakinlah pasti bisa.
Pada akhirnya, menurut saya, “Stop Dreaming Start Action” berarti kita miliki impian, lalu berjuang untuk meraihnya, tanpa meninggalkan impian yang menjadi target awal kita tadi. Apa yang saya tulis disina semoga dapat mengingatkan kita akan pentingnya impian dan action untuk meraihnya. Sukses untuk kita semua.
Tapi kira-kira mimpi saja apa cukup? Tentu saja tidak cukup. Harus disertai usaha. Ikutan 'Take Me Out Indonesia' acara di Indosiar itu, boleh. Itu juga merupakan suatu usaha, asalkan Anda punya nyali yang besar. Trus bagi yang minder atau kurang PD bisa ikutan Facebook atau Mig33. Di Facebook, Anda bisa pilih sesuka hati, dengan catatan yang dipilih mau, hehe. Awalnya mungkin jadi teman, lama kelamaan mungkin juga bisa meningkat statusnya.
Pada intinya segala sesuatu itu harus ditentukan dulu target/tujuaannya, itulah yang biasa disebut dengan impian. Setelah itu harus disertai usaha untuk mewujudkan impian tadi. Di tengah usaha yang dilakukan mungkin kita akan merasa kesulitan. Banyak kendala yang menghadang. It’s OK. Itu wajar. Memang tidak ada di dunia ini yang serba gratis dan mudah. Kalau ingin mimpi dan target terwujud, pasti ada kesulitan yang harus dihadapi. Apabila kita berhasil mengatasi kesulitan tadi, maka kita dapat dikatakan sebagai pemenang dan berhak mendapatkan apa yang kita impikan tadi.
Ada pula yang karena saking sulitnya kendala yang dihadapi, maka dia menurunkan targetnya, me-reduce impiannya. Boleh- boleh aja sih, hidup kan memang harus fleksibel. Namun tentunya kita harus benar-benar melakukan usaha yang keras dulu kan sebelum bilang “give up”. Pengen kaya raya, tapi karena bisnis susah, cari kerjaan yang bonafide juga susah, trus impiannya tereduksi. Akhirnya dia bilang “asal bisa makan, asal bisa hidup, itu sudah bagus”. Sebaiknya jangan secepat itu menyerahnya. Kalau menurunkan impian, bila tak bisa kaya raya, paling tidak hidup layak deh. Kalau sudah begitu, target kedua (target yang “telah disesuaikan” tadi) harus dikejar mati-matian. Dan kali ini yakinlah pasti bisa.
Pada akhirnya, menurut saya, “Stop Dreaming Start Action” berarti kita miliki impian, lalu berjuang untuk meraihnya, tanpa meninggalkan impian yang menjadi target awal kita tadi. Apa yang saya tulis disina semoga dapat mengingatkan kita akan pentingnya impian dan action untuk meraihnya. Sukses untuk kita semua.
